14
Jun
10

Berburu Babi Hutan di Gn. Halimun


Dari tanggal 11-13 Juni kemarin gua dapat kehormatan diajak temen untuk ikut berburu babi hutan di sekitar kawasan Gunung Halimun Jawa Barat. Pengalaman yang mengesankan bersama temen2 baru walaupun sampai akhirnya tak seekorpun babi hutan didapat tapi itu bukan tujuan tulisan ini.

Gua mau share tentang pengalaman nyata di dunia pisau saat kita beraktivitas di luar rumah selama beberapa hari.

Kita berangkat dalam dua kelompok yang masing2 beranggotakan empat orang. Gua sendiri cuma bawa satu pisau dan satu slipjoint untuk keperluan2 ringan. Temen gua bawa Spyderco Military dan Cold Steel Laredo bowie in Carbon V. Rekan kita yang lain membawa golok tradisional dan sebilah Cepot.

Dan karena buruan belum juga didapat, maka pisau tidak sempat digunakan sebagai alat untuk menguliti hewan yang berbulu sangat keras ini. Mayoritas pisau dibutuhkan untuk memersiapkan makanan, membelah kayu bakar, membuka plastik2, dan berbagai keperluan ringan lainnya. Dalam kondisi seperti ini memang nggak salah kalau bawa pisau minimal 2 buah karena nggak semua pekerjaan bisa diselesaikan dengan golok, demikian pula sebaliknya. Jika saja kebutuhan untuk menguliti sempat dijumpai ada baiknya juga memersiapkan sebuah pisau yang sengaja dipersiapkan untuk menguliti. Gua pribadi akan memilih sebuah pisau yang berbilah D-2 yang dikeraskan pada HRC agak tinggi sekitar 61-62 dengan profil blade yang tipis dan hollow ground.

Sebenarnya hampir tidak ada yang salah dengan pisau2 berbaja lain asal diheat-treatment dengan baik, namun pilihan baja yang tepat dan penggunaan yang pas di tangan seorang yang berpengalaman menguliti jenis hewan ini akan sangat memudahkan pekerjaan mereka dan lebih menyingkat waktu. Ide lain adalah memersiapkan batu asahan sederhana yang cukup kecil semisal Spyderco Double Stuff atau lainnya yang cukup ringan dikantongi atau diselipkan di ransel untuk sesekali melakukan edge maintenance selama proses menguliti, dll.

Golok mini seukuran Cepot juga ternyata sangat efektif dalam menangani pekerjaan2 medium dan ringan. Profilnya yang lebar dan tipisnya blade cukup memudahkan dalam membelah kayu2 kecil dan malah mengupas singkong untuk bahan singkong goreng menemani kopi dan segelas Milo. Gua secara pribadi tertarik untuk mencoba membuat sedikit modifikasi pisau sejenis Cepot walaupun belum dapat ide yang lebih jelas. Lumayan di rumah ada O-1 nganggur yang siap digarap untuk jadi pisau yang bisa diuji di lapangan secara apa adanya.

Kalau foto2 sudah dapat lewat email, postingan ini mungkin akan gua edit dengan tambahan foto2. Perjalanan yang cukup singkat, tanpa hasil buruan, tapi dengan segudang pelajaran dan sejumlah temen yang luar biasa kocaknya. If there is next time, I will be there again.:)


1 Response to “Berburu Babi Hutan di Gn. Halimun”


  1. 1 Kuliarang
    June 15, 2010 at 2:10 PM

    Senang rasanya mendengar sahabat sudah keluar adrenalin.. melakukan hal yg selama ini gw sendiri suka.. and good luck .. for the next sesion…
    Bicara masalah berburu.. gak akan habisnya cerita itu bagi gw, krn sejak kelas V SD.. gw sdh rajin menggiring anjing2 kesayangan masuk hutan.. baik untuk berburu babi atau sekedar mencari2 musang disawah atau pinggiran kampung halaman yg menyenangkan…
    Dalam setiap aktifitas perburuan sangat dipastikan bahwa bedog/golok adalah hal yang terpenting dalam pelaksanaannya..baik itu dalam pencarian hewan buruan yang kerap kali rintangan2 alam memerlukan golok sebagai alat tebas maupun ketika hewan buruan sudah didepan mata ketika golok harus berfungsi sebagai alat untuk membunuh…
    saat ini gw sudah gak kuat lagi untuk mengiringi kencangnya lari seekor anjing.. maka perburuan dengan senjata api.. adalah solusinya, ribed memang urusan berburu dengan senpi.. selain kita harus mengikuti prosedur yg ada.. kitapun berburu ditentukan oleh jadwal/ijin yg ada … tapi itulah ketentuan yg harus dipatuhi dinegara kita untuk dapat berburu dengan aman dan nyaman.. anyway thats the rule..
    Berburu dengan cara menembak.. bukan berarti kita tidak memerlukan batuan dari benda tajam lainya.. masih mutlak itu.., selain tetap berada dihutan dengan segala rintangan.. kita juga masih memerlukan bilah2 itu untuk mempermudah perburuan.. ( gw sendiri baru mau akan ujicoba bawa Multytool dlm perburuan.. dan ingin tau usefull atau gaknya MT dlm kegiatan ini..)
    Dlm berburu biasanya gw bawa 2 golok tradisional tjibatu ( baru sj gw posting di forpis ) dan 2 pisau ( terakhir sih gw pake fallkniven & HELLE.. dulu pake herder) dan 1 pisau lipat dikantong celana…. dan sungguh usefull gw rasakan ….
    Gw setuju kalo itu O1 dibuat prototype yang bisa berguna bagi para pencinta olahraga berburu.. kalo saran gw … bentuk blade semi skinner ( sbg contoh real utk compare punya minimamba blackjack )
    ok.. mas frid.. goodluck.. gw tunggu dipedalaman kalo ingin dapat babi hutan banyak :D


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


June 2010
M T W T F S S
« May   Jul »
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
282930  

Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 25 other followers

eye candy

Barlow-1

Barlow-2

Barlow-3

Tim Briiton Backlock

Buck 110's

Buck 110 Damascus

Mammoth Ivory Barlow

More Photos

Categories


Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 25 other followers

%d bloggers like this: