14
Feb
10

pisau lipat atau fix blade?


Kadang saat orang mau beli pisau kedua pertanyaan ini mucul di otak. Jarang ada orang yang begitu fanatik dengan pisau lipat (folder) sampai gak mau sama sekali beli fix blade. Demikian juga sebaliknya.

Memang bagaimanapun kebutuhan akan menuntun ke arah yang kita mau. Tapi kadang kebutuhan juga harus dipersempit supaya memilih makin mudah. Gua pribadi condong ke arah pisau fix atau pisau bersarung, namun dengan settig di perkotaan, maka fix blade terasa kurang praktis. Saat dibutuhkan pun akan sulit kita mengeluarkan pisau karena kita akan segera jadi pusat perhatian dengan pisau yang kita tarik dari pinggang atau keluarkan dari sarungnya.

Untuk keperluan bawaan sehari-hari (EDC=everyday carry), rasanya pisau lipat masih jadi pilihan yang paling pas. Di samping itu pilihan panjang blade dan blade format juga penting ditentukan. Panjang blade di bawah 3″ atau pas di 3″ sudah sanggup menjawab berbagai kebutuhan umum akan sebuah pisau. Di samping itu dengan panjang blade segitu rasanya pisau masih bisa ringan da nyaman di bawa.

Pilihan berikutnya adalah blade format. Gua pikir untuk keperluan utility maka drop point sangatlah pas, walaupun gak ada salahnya juga dengan clip point, wharncliffe, sheepfoot, recurve dop point, atau modifikasi di antaranya. Agak kurang bijak memilih karambit, push dagger, fully serrated blade, atau hook blade sebagai EDC.Selain karena tampangnya yang intimidatif, bentuk blade yang ekstrim biasanya juga membatasi fungsinya.

Jangankan di Indonesia yang masih risih dengan pisau. Di Amerika sana pun masih banyak orang gerah dan was-was melihat orang lain membawa pisau dalam kehidupan sehari-hari kecuali di daerah pedesaan. Jadi baik-baiklah memilih pisau, baik itu pisau lipat atau fix blade apalagi kalau tujuannya untuk EDC.

If it’s not a fix blade, then it’s a folder.


2 Responses to “pisau lipat atau fix blade?”


  1. 1 Setiawan
    October 18, 2010 at 8:58 AM

    Senang sekali saya menemukan blog ini, banyak pencerahan yang saya dapatkan tentang pisau, maklum baru belajar, jadi senangnya setengah mati ada pengetahuan tentang pisau.

    Awalnya saya hanya punya pisau lipat merk Victorinox pemberian saudara, kemudian mulai tertarik setelah mengetahui ketajaman dan kekuatan dari pisau lipat tersebut. Baru-baru ini mulai ingin punya pisau lain, pilihannya jatuh pada pisau militer Aitor (seperti yang bapak bilang, pada awalnya pasti semua yang menyukai pisau akan memiilih pisau militer, saya yang baru belajarpun akhirnya memilih pisau tersebut, dengan alasan lain juga: harganya dibawah Rp. 500.000). Tapi yang meragukan saya adalah hampir semua pisau merk Aitor adalah tembakan Taiwan padahal Aitor khan buatan Spanyol. Karena tertarik dengan omongan penjual bahwa dia memiliki Aitor jatah TNI yang notabene bahan bajanya lain dibandingkan Aitor buatan Taiwan, akhirnya Aitor ini menjadi koleksi saya yang kedua.

    Hari ini saya searching di internet dan senangnya setengah mati menemukan blog ini, tapi saya juga jadi sedih setelah membacanya karena akhirnya saya baru tahu ternyata pisau dan bahannya pisau itu sangat banyak dan bermacam-macam, apalagi harganya, wuih diluar perkiraan saya, memang sih ada harga ada barang, tapi saya tidak menyangka setelah melihat halaman “knives for sale” harganya jauh dari perkiraan saya, walaupun sangat tertarik sekali dengan pisau tersebut, saya hanya bisa memandang gambarnya dengan air liur yang mengalir..๐Ÿ™‚ Wah, kelihatannya saya harus mulai mundur menjadi pecinta pisau nih…๐Ÿ˜ฆ

    Oh ya pak, apakah sebagai pecinta pisau, pilihan saya untuk mulai memiliki pisau lipat Victorix dan pisau militer Aitor salah? Soalnya setelah membaca tulisan bapak saya tidak menemukan ulasan mengenai Victorinox dan Aitor, apakah pisau merk tersebut dibawah standart? Soalnya harganyapun jauh dibawah yang bapak bicarakan.

    Satu lagi pak yang agak membingungkan saya setelah membaca blog bapak, yaitu banyak istilah pisau yang saya tidak mengerti, apa bisa diberikan contoh gambar setelah bapak menulis istilah pisau tersebut (maklum Inggris saya payah), misalnya: clip point, wharncliffe, sheepfoot, recurve dop point, karambit, push dagger, fully serrated blade, atau hook blade.

    Terima kasih atas ajaran dari blog ini pak, good luck buat bapak..๐Ÿ™‚

  2. 2 Naturalist
    February 20, 2010 at 2:17 PM

    LIPAT, terutama traditional style ๐Ÿ˜€

    Fixed blade tetap sih terutama bayonet ama golok๐Ÿ˜€


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


February 2010
M T W T F S S
« Jan   Mar »
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728

Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 27 other followers

eye candy

Barlow-1

Barlow-2

Barlow-3

Tim Briiton Backlock

Buck 110's

Buck 110 Damascus

Mammoth Ivory Barlow

More Photos

Categories


%d bloggers like this: