20
Feb
10

tentang baja lagi


Katana from Wally Hayes M.S.

Morning guys!

Dari sisi ketersedian baja memang dunia knifemaking di Indonesia sangatlah memrihatinkan. Bayangkan, dari sekian banyak baja yang bagus untuk membuat pisau di Indonesia hanya bisa ditemukan O-1, D-2, A-2, dan 1045. Sementara D-2 dan A-2 adalah baja high alloy yang nota bene tidak bisa ditempa dan bukan baja yang baik untuk pemula apalagi dengan peralatan heat treatment yang terbatas. Baja high alloy adalah baja non-sederhana yang membutuhkan heat treatment yang sangat presisi serta bantuan heat treating oven yang memadai.

Beberapa  knifemaker lokal merasa cukup biasa bermain dengan D-2, tapi heat treatment yang menggunakan arang dan proses tempering yang menggunakan “feeling” sebagai alat ukur sangat jauh untuk bisa menghasilkan pisau dari D-2 yang cukup baik. D-2 sering dijadikan pilihan instan kalau pelanggan ingin pilihan baja yang sedikit tahan terhadap karat karena memang D-2 cukup tahan karat dengan kandungan chromium 12%, yang menjadikannya sebagai baja semi-stainless.

D-2 adalah baja yang bagus Tapi D-2 juga dikenal getas dalam kekerasan tinggi. Hasil maksimal bisa didapat dengan tingkat kekerasan antara 59-60 HRC. Dan umum diterima bahwa D-2 agak kurang cocok dipakai pada pisau-pisau besar. Coba aja browsing di internet ada berapa model pisau-pisau besar yang menggunakan baja D-2.

Sementara O-1 yang juga tersedia melimpah di Indonesia justru kurang ditanggapi positif oleh pembuat pisau lokal maupun konsumen pisau. Sifat O-1 yang rentan terhadap korosi membuatnya justru sering dijauhi. Dan pembuat pisau juga kadang menjauhi O-1 karena pengerjaannya yang “lebih ribet” karena menggunakan oli dalam proses hardening. Sementara D-2 adala baja air hardening yang hanya menggunakan udara terbuka sebagai media pendinginan.

Padahal secara umum di antara knifemaker dunia diakui, bahwa O-1 adalah baja all around yang sangat tangguh. Dia dapat bertahan mulai dari pisau ukuran kecil sebesar slipjoint sampai seukuran sebuah katana. O-1 yang di-heat treatment dengan baik selalu bisa mengalahkan damaskus. O-1 juga dikenal memiliki wear resistance yang cukup tinggi walaupun sedikit ada di bawah D-2.  O-1 juga juga memiliki kemampuan untuk menerima temper dengan rentang yang lumayan lebar yaitu mulai dari 57 sampai 61 HRC. Artinya untuk keperluan tertentu dalam aplikasi pisau besar O-1 bisa ditempering pada 57-59 HRC, dan untuk pisau sedang sampai kecil bisa di-temper pada kekerasan 58-60 HRC atau 59-61 HRC. Itulah sebabnya O-1 masih menjadi pilihan para pembuat-pembuat pisau ternama dan para master smith di luar sana. Kapan kita mulai menekuni O-1 daripada iseng mengais-ngais baja limbah yang nggak jelas? Katana di atas dibuat Wally Hayes dari menempa O-1, harganya puluhan juta.

Let start from the one you got in your hand.


0 Responses to “tentang baja lagi”



  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


February 2010
M T W T F S S
« Jan   Mar »
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728

Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 27 other followers

eye candy

Barlow-1

Barlow-2

Barlow-3

Tim Briiton Backlock

Buck 110's

Buck 110 Damascus

Mammoth Ivory Barlow

More Photos

Categories


%d bloggers like this: