08
Mar
10

urban wilderness?


Dalam minggu ini ada sebuah kejadian heboh, di mana ada 3 aatau 4 orang pekerja terjebak dalam sebuah lift yang macet dalam sebuah gedung. Orang2 ini harus bergantian mendekatkan hidung mereka ke sedikit celah yang tersisa untuk bisa menghirup udara. Mereka semua udah buka baju dan beberapa sudah mulai muntah2 karena kekurangan oksigen dan kepanasan. Tim pemadam kebakaran yang datang -anehnya- nggak juga bisa menolong banyak, sampai akhirnya tim teknisi spesialis lift datang dan mmpu mengeluarkan mereka dengan selamat.

Jakarta sedang dilanda hujan deras dan angin kencang yang terjadi hampir setiap hari. Banyak kendaraan tertimpa pohon tumbang, beberapa menelan korban jiwa, belum lagi kerugian materiil. Dan masih banyak berita miris lainnya yang bisa dibaca dan dilihat setiap hari di media massa.

Moral of the story?

Siapa bilang hutan belantara lebih membutuhkan survival daripada hutan belantara perkotaan. Banyak orang berpikir kita harus banyak persiapan saat masuk hutan. Dan ini benar adanya. Tapi sangat disayangkan banyak orang juga berpikir bahwa di dalam kota kita nggak perlu persiapan2 amat.

Hidup di sebuah kota besar justru lebih banyak membutuhkan persiapan dan kesiagaan ketimbang kita tinggal di pedesaan atau di dalam hutan sekalipun. Coba perhatikan sekeliling kita, ada begitu banyak ancaman yang bisa membahayakan kehidupan kita dan orang2 yang kita cintai. Kriminalitas, kekerasan, penipuan, penculikan, pemerkosaan, pemerasan, kecelakaan lalu lintas, kecelakaan kerja, dst, adalah konsumsi masyarakat perkotaan setiap hari.

Ada berapa angka kriminalitas di tengah hutan? Ada berapa tiap tahun orang diperkosa di hutan tadah hujan di Kalimantan? Dari tahun 1980-2000 ada berapa orang tewas terjatuh dari pohon di hutan Kerinci Seblat? Ada berapa selama 30 tahun terakhir orang yang tewas ditabrak kendaraan bermotor di Timika? Silkan cari sendiri datanya.

Menurut gua kebutuhan terbesar untuk survival justru datang lingkungan perkotaan. Dan untuk survival di manapun modal mental lebih utama daripada alat pendukung. Kalau mentalnya sudah siap, maka apapun alatnya pasti bisa berperan penting. Man behind the gun. Itu istilah yang tepat.

Are you ready to survive in the urban wilderness?


1 Response to “urban wilderness?”


  1. 1 Kuliarang
    March 10, 2010 at 3:04 PM

    Its true man..! Kadang kita terlalu berlebihan ketika kita mendengar rimba belantara sementara glamour perkotaan kita anggap serba mudah dan tidak beresiko….
    Tahun 1997 gue tinggalkan metropolitan dengan 1001 pikiran tentang kerasnya hidup di ” Beautiful rain forest Indonesia ” maklum suratan takdir gue harus mencari nafkah keluar masuk hutan untuk mencari data tentang ” Emas Hitam “..(Batubara-red)
    saat itu petualangan dimulai dari indahnya ” Sumbawa batu Hijau”,gue bertugas di fluor daniel yang merupakan sub-cont PT.Newmont Nusatenggara…, berangkat dari jakarta paling banyak gue persiapan pisau2 survival..dari mulai product JAYAGIRI sampai original AITOR, dari sekian banyak keraguan dan ketakutan akan kehidupan dipedalaman semua tidak terbukti karena tidak 1 pun survival knives kita pake maximal ..yang paling usefull saat itu justru sebilah golok lokal yang hanya berharga Rp.35.000,- semua ini menunjukan bahwa belantara tidak seangker yg kita pikirkan dimana situasi2nya terdramatisir untuk sangat memerlukan alat2 bertahan hidup ( Pisau diantaranya ).
    Gue pribadi sering bilang ke kawan2 dikota : Akan lebih mudah mencari alat pemotong didusun2/desa2 daripada dikota..contoh real : Mobil lapangan gue pernah terbenam dijalan berlumpur dihutan kalimantan yang baru bisa keluar lantaran ketemu sama bapak tua yang berMANDAU tua juga.. yang secara sukarela nolongi kami nebang pohon2 kecil untuk bantalan… bener lho! kalau terjadi dikota.. weleh -weleh gak kebayang ( sama siapa mau pinjam alat potong ini ? ) gue jamin dikota tidak semua orang/rumah punya bilah besar kalau pisau dapur mungkin walaupun secara pasti orangkota akan sembrono memperlakukan pisaunya dibanding orang desa yang lebih sayang sama bilah2 mereka…
    Gue dulu selalu bawa 1 fixed blade dihutan untuk siap2 kalo ada binatang buas… tp suer 12tahun sudah gw enjoy dipedalaman2 indonesia.. cuma 3 kali ketemu sama “panthera Tigris” itupun hanya terlihat.. dan cuma 1 kali camp kami dimasuki beruang.. selebihnya Tuhan yang mengatur lewat alamnya… ( saguru saelmu ulah ganggu.. he..he.. )
    Dari uraian gue diatas.. gue setuju sekali atas statemen lu bro… bahwa menurut gue ” KOTA SEKARANG LEBIH KEJAM DARI HUTAN BELANTARA ” jadi banyak butuh alat untuk kondisi2 yg tidak terkendali.. jadi EDC menjadi alternatif nyamannya untuk hidup dikota, kalo dihutan memang suatu syarat.. tp tidak seexsreem yg dibayangkan… tinggal kita pinter2 memilih folder saja.. mau berangkat kemana..? hutan ya.. bawa caliber 7.62 kalo kota pake folder sigh sauer.. he..hee.. eehh ini ngomongi apa sih…


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


March 2010
M T W T F S S
« Feb   Apr »
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
293031  

Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 27 other followers

eye candy

Barlow-1

Barlow-2

Barlow-3

Tim Briiton Backlock

Buck 110's

Buck 110 Damascus

Mammoth Ivory Barlow

More Photos

Categories


%d bloggers like this: