10
Mar
10

the nature of knives


Di masa purbakala bumi ini dijelajahi oleh makhluk berakal yang mempunyai kuku yang panjang dan gigi taring yang tajam. Taring yang tajam dapat mengoyak daging makanannya dengan efektif dan kukunya yang tajam dapat menyobek material lain untuk keperluannya sehari-hari dalam bertahan hidup.

Tapi makhluk yang bernama manusia itu kemudian mengalami evolusi. Taringnya tidak lagi panjang dan kukunya tidak lagi tajam, dan tidak bisa lagi digunakan untuk menyayat mangsa. Peradaban manusia harus membuat perkakasnya sendiri untuk memudahkan hidup. Mereka mulai membuat peralatan dari batu untuk dijadikan mata panah atau mata tombak, pemukul, dll dalam berburu hewan, dan mulai mengenal pisau dari batu untuk memersiapkan buruan atau makanan mereka menjadi santapan untuk bertahan hidup.

Peradaban manusia juga menunjukkan, bahwa alat yang sama mereka pergunakan tersebut dapat juga dijadikan alat untuk menghadapi ancaman terhadap jiwa mereka dari manusia lainnya ataupun dari hewan buas. Peradaban juga membuktikan bahwa pisau kemudian dalam berbagai ukuran dan bentuk menjadi alat perang yang sangat efektif pada masanya.

Kalau kita perhatikan dalam film The Last Samurai, kita bisa lihat sebuah historical shift, di mana pedang sebagai alat perang/senjata mulai digantikan oleh senjata api yang lebih efektif. Tetapi golongan ksatria tidak hanya melihat pedang sebagai alat perang semata, pedang adalah lambang kehormatan, lambang pengabdian, serta kebanggaan pribadi penyandangnya. Seorang samurai yang menyandang katana di pinggangnya punya nilai sentimental yang berbeda dengan seorang tentara yang menyandang senjata api di bahunya atau di pinggangnya. Pedang di pinggang samurai sangat pribadi sifatnya. Seorang tentara hari ini pegang M-16 dan besok pegang SS-1 nggak masalah. Tapi nggak begitu dengan seorang samurai.

Tapi sejarah tidak berhenti di sana. Hari ini kita hidup dalam dunia yang diatur oleh hukum. Perkelahian menggunakan senjata untuk menyelesaikan masalah sudah bukan zamannya. Nggak ada lagi dua orang yang bertikai berdiri berbalik punggung dengan pistol di pinggang terus siapa yang paling cepat menembakkan pistolnya dia yang menang, case closed. Atau dua orang yang bertikai memasukkan diri ke dalam sarung dan mulai saling tikam menggunakan badik. Siapa yang paling sedikit berdarah dia yang hidup. Hari ini ada hukum, ada polisi, ada pengadilan, bahkan ada yang namanya mahkamah internasional untuk menyelesaikan pertikaian antar bangsa.

Tentara yang hari ini pergi ke medan perang menyandang pisau, karena pisau memang adalah tools yang sangat efektif dan di saat kepepet bisa juga jadi senjata. Tapi 99,9% fungsi pisau dalam kemiliteran adalah sebagai tools. Dan kalau di tangan tentara profesional saja pisau adalah tools, kenapa kita yang sipil terobsesi oleh pisau sebagai senjata tajam.

Sudah waktunya pisau menemukan kembali takdirnya sebagai alat yang memudahkan manusia dalam menjalani keseharian hidupnya. Bahkan hari-hari ini pisau mulai menampilkan dirinya sebagai sebuah karya seni yang bernilai tinggi. Kalau benda ini adalah tools/alat/perkakas atau bahkan sebuah karya seni, untuk apa kita butuh perangkat hukum yang mengaturnya.

Mari kita sama2 meluruskan cara berpikir kita dulu.


2 Responses to “the nature of knives”


  1. 1 Kuliarang
    March 11, 2010 at 12:04 AM

    ANTARA HUKUM, TRADISI DAN ASAS MANFAAT..( part 2 )

    Guru yang dimaksud adalah guru2 sekolah dasar dipedalaman sini..( jadi EDC kali ya ), tapi gue cukup senang ketika pisau ditangan pak guru bisa menjadi tool yg sangat usefull lihat saja bagaimana sigapnya pakguru meruncingi pinsil muridnya… maklum pencil slever agak susah ditemui( pensil untuk nulis bro.. bukan untuk alis mata..;-D )

    By the ways…terlepas dari semua itu dari uraian gue diatas, kalo menurut gue apapun foldernya fungsinya tetap sama sebagai alat dalam mempermudah kehidupan tinggal usernya akan mengarahkan kemana skenarionya.. karena bilah akan nyaman diajak tidur dan akan lebih brutal dan sadis dipeperangan… walaupun itu sebuah tradisi, nilai filosofinya gak jauh berbeda dimana posisinya telah semakin diatur dalam tatanan hukum dan undang-undang..

  2. 2 Kuliarang
    March 10, 2010 at 11:16 PM

    ANTARA HUKUM, TRADISI DAN ASAS MANFAAT..( part 1 )

    Jujur saja.. ketika gue mendengar kata senjata tajam.. kadang terpikir gelapnya lorong sel penjara dengan segala kengerian tentang ulah manusia untuk menjadikan alat ini sebagai mesin pembunuh atau minimal sebagai alat untuk melukai antar sesama, karena dalam hal ini alat ini pula yang berevolusi seiring perkembangan jaman tetap efektif sesuai fungsinya.. tinggal tergantung user, akan mengarahkannya kemana…

    Tahun-tahun terakhir ini.. gue hidup di daerah sumatera bagian selatan yang terkenal agak keras dan banyak tradisi yang menjadikan sebuah bilah bagian dari kehidupan.. sebut saja ada satu tradisi ” SELOBANG SEWANG”…” PISAU CAP GERPU DIPINGGANG”…dan banyak lagi.. yang notabane nya terindikasi dengan nilai hargadiri, ksatria,tiap individu ataupun sebuah comunitas.. ada sebuah slogan/istilah “WONG PLEMBANG IDAK MATI SAKIT TAPI MATI BETUJAH”..( orang palembang tidak mati sakit tapi mati karena saling tusuk ) jujur serem banget kalo denger kata2 itu.. semua itu menunjukan sedemikian kentalnya nilai sebuah bilah sebagai MESIN PEMBUNUH….

    Dan itu realita sebenarnya.. karena kerap kali kematian seseorang disini berujung pada sebuah pisau cap gerpu ataupun pisau KUDU ( senjata tradisional SUMSEL )simaklah koran2 lokal sumsel yang banyak kejadian tujah menujah yang berujung maut….
    tetapi 1 hal yang membanggakan mungkin secara statistik angka ini terus menurun seiring dengan gencarnya aparat kita bertindak untuk mengurangi angka ini baik berupa sosialisai maupun tindakan posesive lainnya.. ( Kalo gak percaya.. lihatlah dikota palembang banyak baligo bertuliskan.. MEMBAWA PISAU TIDAK MENCERMINKAN SESEORANG KESATRIA ).. weleh..weleh.. kompleks memang dinamika benda ini disini.. krn setau gue, tak jarang guru sekolah dasar saja membawa kudu ke sekolah.. gimana anak muridnya ya..??


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


March 2010
M T W T F S S
« Feb   Apr »
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
293031  

Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 27 other followers

eye candy

Barlow-1

Barlow-2

Barlow-3

Tim Briiton Backlock

Buck 110's

Buck 110 Damascus

Mammoth Ivory Barlow

More Photos

Categories


%d bloggers like this: