21
Mar
10

Anda kah sang korban?


Pisau di tangan orang yang punya kemampuan bela diri adalah kombinasi yang berbahaya. Dan dalam situasi2 yang konyol hasilnya akan jadi pertanyaan besar, siapakah penjahatnya. Coba kita kaji skenarionnya.

Seseorang diperas oleh 4 orang preman bertangan kosong. Karena korbannya punya kemampuan bela diri maka dia melawan, dan pada saat mulai terdesak dia  mengeluarkan pisaunya. Akhirnya dua orang preman jatuh tersayat pisau, dan dua lagi melarikan diri. Siapakah yang bisa dituduh sebagai penjahat? Faktanya akan mudah diputarbalikkan, bahwa orang tersebut ternyata adalah penjahat terlatih yang selalu bawa pisau sehingga tidak segan2 menodong 4 orang sekaligus dan bahkan waktu uangnya nggak dikasih dia langsung melukai dua orang di antaranya.

Orang2 yang punya latar belakang bela diri akan sulit sekali mengambil langkah2 yang dianggap sebagi tindakan pengecut seperti lari, menghindari perkelahian, memberi yang diminta penodongnya, mencoba meredakan situasi dengan cara2 “main bawah”, dst. Namun dalam situasi2 tertentu sikap menghindar kadang lebih taktis daripada mengambil posisi frontal. Untuk pikiran taktis, maka kehilangan 50-100ribu adalah sebuah kemenangan taktis daripada harus berkelahi melawan 4 orang kemudian dibawa ke rumah sakit dan mendapatkan 20 jahitan luka bacok.

Kadang orang juga suka salah mengasosiasikan antara sikap2 mengalah dengan harga diri. Kita pikir kalau kita mengalah atau “menyerah” maka kita nggak punya harga diri. Ini adalah pikiran yang salah, karena harga diri kita jauh lebih mahal dari seluruh isi dompet kita. Harga diri kita lebih mahal dari jam tangan kita, dan lebih mahal dari kalung emas di leher kita.

Gua nggak bilang bahwa kita harus menyerahkan semuanya pada kejahatan. Jangan lupa orang jahat sebelum melakukan tindakannya akan memilih korbannya. Mereka tidak melakukan kejahatan secara random alias acak. Orang jahat “memilih” korbannya. Mereka punya profil standar tentang siapa yang bisa jadi korbannya. Jika kita tampil di muka umum dengan profil yang memenuhi kriteria korban mereka, maka kemungkinan besar kita akan jadi salah satu korbannya.

Seseorang yang jalan dengan pandangan tertunduk, dan sesekali menengok dengan pandangan kosong, akan mudah jadi sasaran kejahatan “hipnotis”. Orang yang saat berjalan di tempat terbuka sibuk dengan handphonenya akan sangat mudah jadi korban penjambretan. Orang yang banyak melamun dan kelihatan lelah berdesakan di bus akan sangat mudah jadi sasaran pencopetan, dst.

Beberapa tahun lalu waktu masih pacaran, gua dan cewek gua (sekarang jadi istri) naik bus dari depan Tosari mau ke Menteng. Begitu di atas bus yang dari arah Grogol gua langsung melihat gelagat mencurigakan dari 4 orang laki2 sangar. Begitu dapat posisi enak berdiri di bus, salah satu dari mereka ngeliatin gua. Gua lihatin lagi beberapa detik sebelum gua ngangkat dagu dan alis seperti  menyapa mereka. Habis itu gua lihat ke arah lain. Gua hanya pengen mereka tahu, bahwa gua tahu siapa mereka dan apa yang mereka lakukan di situ. Turun dari bus sambil berdesakan gua tetap waspada sama uang jajan untuk pacaran. Nggak ada hal buruk yang terjadi. Hore makan bubur ayam sambil pacaran di Menteng.


0 Responses to “Anda kah sang korban?”



  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


March 2010
M T W T F S S
« Feb   Apr »
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
293031  

Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 27 other followers

eye candy

Barlow-1

Barlow-2

Barlow-3

Tim Briiton Backlock

Buck 110's

Buck 110 Damascus

Mammoth Ivory Barlow

More Photos

Categories


%d bloggers like this: