08
May
10

Urban Survival


Gua nggak menguasai tema survival tapi harus diakui kalau orang bicara tentang konsep survival yang ada di pikirannya adalah upaya bertahan hidup di tengah hutan belantara yang juga dihuni oleh hewan2 buas. Padahal secara sederhana kondisi survival adalah sebuah kondisi di mana seseorang atau makhluk hidup dituntut untuk memertahankan nyawanya/hidupnya dalam sebuah kondisi tertentu. Jadi upaya seseorang untuk segera keluar dari sebuah mobil yang mengalami kecelakaan adalah kondisi survival. Orang yang lari ke luar rumah saat terjadi gempa, atau keluar dari rumah yang terbakar juga adalah kondisi survival.

Gua sering bilang bahwa survival di perkotaan lebih berat daripada kondisi survival di hutan belantara. Upaya kita untuk bertahan hidu lebih berat dan kompleks dalam sebuah setting perkotaan ketimbang setting pedesaan ataupun hutan perawan sekalipun. Orang desa setiap hari ke kebun dengan parang di pinggang dan topi di kepala sudah bisa menduga apa yang akan terjadi seharian di pekerjaannya. Ini bisa diduga karena kehidupan di pedesaan sangat sederhana.

Kerusuhan Jakarta Mei 1998 mengubah total cara berpikir gua tentang urban survival. Subuh tanggal 13 Mei gua masih anterin adik gua ke airport dan dari atas jalan tol gua bisa lihat bangunan2 yang dibakar dari malam harinya. Gua pikir ini akan segera berakhir begitu matahari terbit. Tapi yang terjadi justru sebaliknya. Kita semua tahu bahwa kerusuhan sosial ini memakan korban ratusan sampai ribuan korban jiwa. Ini masih belum termasuk berbagai kekerasan dan kejahatan seksual lainnya., serta kerugian material yang sangat mahal. Semuanya terjadi dalam waktu yang cepat dan terjadi dalam sebuah kota yang besar dan padat penduduknya. Waktu itu nggak pernah ada orang Jakarta yang menyangka bahwa sedemikian besarnya korban bisa timbul dalam sebuah kerusuhan sosial.

Dari kebanyakan korban tewas adalah mereka yang terjebak dalam gedung2 yang terbakar/dibakar pada saat kerusuhan terjadi. Kebayang nggak kondisi survival yang harus kita hadapi kalau saat itu kita sedang ada di dalam mall atau pusat perbelanjaan yang terbakar bersama dengan anggota keluarga kita. Atau seperti dalam kasus lain kebayang nggak apa yang harus kita lakukan saat rumah kita diserbu puluhan orang tak dikenal pada malam hari yang gelap gulita pada (karena mati listrik) waktu kerusuhan itu.

Contoh kasus di atas belum termasuk kondisi survival yang kadang kita lihat di TV seperti kecelakaan lalu lintas, gempa bumi, banjir bandang, tanah longsor, kapal tenggelam, pesawat jatuh, kebakaran, dll. Kejadian tsunami di Aceh yang menelan ratusan ribu jiwa membuktikan bahwa tuntutan survival di perkotaan jauh lebih berat dan lebih fatal akibatnya dibanding jika kejadian yang sama terjadi di sebuah desa kecil atau daerah pedalaman.

Kita masih harus belajar banyak.


1 Response to “Urban Survival”


  1. 1 Dadan
    May 9, 2010 at 12:03 AM

    Mantab bos, the ending “Kita masih harus belajar banyak”


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


May 2010
M T W T F S S
« Apr   Jun »
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930
31  

Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 27 other followers

eye candy

Barlow-1

Barlow-2

Barlow-3

Tim Briiton Backlock

Buck 110's

Buck 110 Damascus

Mammoth Ivory Barlow

More Photos

Categories


%d bloggers like this: