21
Jun
10

Pisau yang hidup


Gua merasa jadi orang yang cukup beruntung karena bisa banyak meniknmati berbagai aspek dari dunia pisau. Salah satu aspek yang gua enjoy banget adalah menjual pisau.

Gua sama sekali nggak menganggap pisau hanya sebagai komoditi semata. Gua gak memerlakukan pisau hanya sebagai benda mati yang gua beli karena suka sekaligus karena sanggup, kemudian suatu hari gua jual untuk mendapatkan keuntungan. Lebih dari itu gua menikmati apa yang tersembunyi di balik pisau yang gua punya atau gua pegang walau untuk sesaat. Gua menikmati berhubungan dengan orang yang membuat pisau tersebut. Gua menikmati berhubungan dan berbicara dengan orang yang kebetulan hanya menjadi penjual pisau tersebut. Gua bisa lihat dan kenal banyak karakter manusia lewat sebuah pisau.

Gua ketemu dengan orang2 yang hanya berorientasi kepada uang dan keuntungan jangka pendek. Banyak yang beli pisau hanya untuk dijual begitu aja. Banyak yang memandang pisau hanya sebelah mata, sama aja dengan benda2 dagangan lainnya. Gua hampir selalu melihat pisau dari sisi keunikan karakter pembuatnya, desainer, atau penjualnya. Buat gua pisau mewakili nilai tertentu. Gua seneng lihat pisau yang ada roh-nya. Yang di dalamnya ada kehidupannya. Sebuah pisau yang bisa bercerita.

Itu sebabnya gua juga nggak kesel kalau sebuah pisau yang bagus belum juga laku2 gua jual karena gua tetap harus menyediakan waktu untuk memerhatikan dan merawat dia dan menikmati keberadaannya mumpung sebelum pindah ke tangan orang lain. Rasanya seneng kalau sesuatu yang bagus dan berguna bisa punya nilai yang sama buat orang lain. Banyak orang menilai pisau dari harganya (price), gua seneng melihat pisau dari nilainya (value). Ada banyak pisau yang mahal tapi nilainya kecil. Ada banyak pisau yang bernilai walaupun murah harganya. Seseorang bisa punya bowie berharga ribuan dollar, tapi sebuah pisau opinel yang selalu dipakainya lebih bernilai daripada sang bowie meskipun Opinel hanya berharga ratusan ribu.

Gua gak bilang kita beli pisau murah dan jelek aja dan gak perlu beli pisau bagus. Gua salah satu orang yang percaya bahwa sesuatu yang bagus pasti nggak murah, tapi sesuatu yang mahal gak otomatis berarti bagus. Ada banyak pisau yang harganya selangit tapi bukan dikarenakan performanya yang luar biasa juga, melainkan lebih disebabkan oleh penggunaan material2 yang mahal dan terpilih dalam pembuatan pisau tersebut. Apakah pisaunya bagus performanya saat dipakai? Nggak yakin juga.

Gua nggak tahu sampai kapan cara berpikir seperti ini akan melekat di gua. Mungkin karena gua bukan seorang penjual yang baik dan andal, tapi sekali lagi gua seneng dan bersyukur jadi orang yang punya banyak kesempatan menikmati pisau dan dunianya yang unik dan kaya.

Gua nggak pernah menganggap apa yang gua tulis di blog gua adalah sebuah kebenaran. Gua pikir apa yang gua share di sini berangkat dari persepsi atau interpretasi gua sendiri terhadap apa yang gua anggap sebagai sebuah fenomena atau pun fakta penting yang ada dalam hidup gua.


4 Responses to “Pisau yang hidup”


  1. 1 Ambroy
    December 13, 2010 at 12:49 AM

    bro, kalo boleh tau gimana caranya menilai nilai dari tiap2 pisau, terus apa aja kriteria pisau yg bagus dan jelek bro.
    thx

  2. 2 ali
    June 22, 2010 at 6:47 PM

    Setuju sama kuliarang bikin etalase.

    btw pisau yang hidup gw terjemahkan pisau yang masuk dalam kehidupan membekas hingga ada nilai history. gak perduli dia pisau murah tapi iya membantu di setiap hari-hari.
    walau gw punya beberapa pisau, tapi hanya satu yang membekas. pisau AVK-550 mungkin bukan pisau mahal atau bagus. tapi setidaknya sudah 7 tahun selalu menemani bekerja, bertualang, berkemah. walau tumpul selalu di asah, dirawat hingga sangat berguna. sayangnya hilang….

  3. 4 Kuliarang
    June 21, 2010 at 8:45 AM

    Kelemahan dlm hidup gw adalah be good seller.. apalagi berhubungan dgn barang2 yg kita suka… hampir rata2 barang2 yang gw suka pada waktunya selalu terjual dgn rugi😀
    Tp gak apa2 krn hati gw sempat terhibur dgn kehadirannya..anggap saja itu bayaran untuknya telah menghibur dgn keindahan… ( bukan berarti sdh byk duit.. tp rasa suka & senang sulit dinilai dgn duit…)😀
    Gw paling gak tega kl ada seseorang yg satu hoby dgn kita.. dan memohon sesuatu pada kita dgn segala keterbatasannya.. dan hampir pasti gw bantu semampunya dgn catatan sesuatu itu bener2 dipake dan dirawat..
    Gw punya tanto buatan lokal cuma harga 80rb.. tp gw suka banget.. krn bukan sj punya nilai historis. tp usefull juga kl gw balik kebandung untuk sekedar ngerapihin pohon didepan rumah.. wlw ada golok lain tp krn yg ini tajam dan long handle.. nyaman man..
    Mas frids the nice seller… makanya gw pernah ngomong bagusnya ada jg etalase yg berisi walau dobpost dgn FJB kaskus..:) ah semoga saja😀


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


June 2010
M T W T F S S
« May   Jul »
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
282930  

Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 27 other followers

eye candy

Barlow-1

Barlow-2

Barlow-3

Tim Briiton Backlock

Buck 110's

Buck 110 Damascus

Mammoth Ivory Barlow

More Photos

Categories


%d bloggers like this: