11
Jul
10

Pasar yang semakin dewasa


Thanks banget buat perhatian temen2 yang tanyain kenapa gua mulai jarang nulis. Tapi gua juga akan berusaha terus untuk memberikan sesuatu buat temen yang minat banget dan pengen sama2 belajar tentang dunia pisau.

Gua perhatiin orang yang mulai kenal atau belajar pisau lebih banyak akan mulai memerhatikan peran baja yang digunakan dalam sebuah pisau. Kita akan mulai bikin semacam daftar kelayakan. Tapi perkembangan ini juga bisa bikin kita terjebak dalam pikiran bahwa baja adalah segalanya. Padahal baja seperti hal lainnya dalam sebuah materi produk adalah bahan mentah. Bahan mentah hanya akan menghasilkan produk yang bagus jika saja ditangani dengan semestinya. Dalam hal pisau artinya, sebuah pisau yang dibuat dari baja limbah per mobil yang diolah dengan baik akan lebih maksimal hasilnya dari pada sebuah pisau yang menggunakan baja bagus dan mahal semisal RWL-34.

Ini belum kalau elemen2 lain turut masuk bermain semisal desain pisau, desain blade, desain edge, handle material, finishing, dst. Jadi pisau yang ada di depan kita yang ada harganya tertera di situ merupakan representasi kompleks dari sebuah karya manusia. Kita bukan hanya melihat semata-mata pada sebuah benda A dengan harga X rupiah.

Banyak orang hanya mendasarkan pilihan pada “suka” (alasan subyektif) dan “harga” (alasan subyektif) Kalau diperhatikan kedua alasan tadi adalah sama persis yaitu atas dasar subyektivitas. Orang yang punya uang akan beli barangnya berapapun harganya kalau sudah suka. Dan kalau sudah begini orang jarang memerhitungkan alasan obyektif dalam menilai barang yang dia mau beli. Kalau hal ini kebetulan konkritnya adalah barang yang harganya murah gak akan masalah karena memang nilainya juga kecil. Tapi sangat disayangkan kalau barang yang dibeli harganya mahal.

Ini contoh konkritnya, pisau A menggunakan material (alasan obyektif) baja 440C dan handle materialnya menggunakan alumunium, harganya 100 dollar. Sementara pisau B menggunakan baja CPM S30V dengan handle material kombinasi antara titaniun dan G-10, harganya 125 dollar. Secara subyektif mungkin pisau A lebih kita sukai dari pada pisau B. Tapi kalau keseluruhan komponen kita perhitungkan maka pisau B jelas lebih layak rasio performa+harganya ketimbang pisau A. Kita sebenarnya dengan mudah bisa memutuskan bahwa pisau A mungkin saja pisau yang lebih indah atau lebih menarik perhatian kita tapi harganya jelasnya overpriced. Mungkin seharusnya pisau A lebih tepat jika berharga 60 dollar.

Ada banyak pisau yang overpriced saat ini beredar di pasaran. Kelebihan harga ini biasanya dibenarkan dengan berbagai alasan yang dipaksakan dengan jargon2 seperti: dibuat dengan jumlah sangat terbatas, edisi khusus, dibuat khusus untuk pasukan khusus militer tertentu, dibuat dengan masukan dari pasukan elite tertentu, dibuat khusus untuk keperluan militer dan polisi, didesain oleh seseorang yang berpengalaman sebagai operator taktikal selama puluhan tahun, dst. Jargon2 seperti ini memang sudah disiapkan secara spesifik untuk menjaring pasar tertentu. Sehingga bisa dipastikan akan ada saja orang yang mau membelinya meskipun dibanderol dengan angka yang lebih dari selayaknya.

Lepas dari alasan2 subyektif, gua tetep mendorong temen2 pecinta pisau untuk bisa memisahkan mana faktor2 subyektif yang biasanya banyak diberi imbuhan2 hype dan mana komponen2 yang secara obyektif bisa diteliti lebih terukur. Kalau nggak begitu kita hanya akan jadi korban dari para produsen yang sudah mengincar kita sebagai pasar potensial mereka. Dari situ kita bisa mengukur diri kita sendiri apakah kita sudah cukup dewasa dalam menekuni hobby kita ini atau belum.


3 Responses to “Pasar yang semakin dewasa”


  1. 1 Kuliarang
    July 14, 2010 at 11:36 PM

    The answer is pages before : ITS ABOUT KNOWLEDGE AND TASTE…..:D

  2. 2 ali
    July 12, 2010 at 8:19 AM

    Salam

    ini dia nih artikel yang paling mengena. sebenarnya seberapa pantas pisau di hargai? bagi gw pisau yang bagus sekarang ini harganya mahal ( relatif bagi orang lain ). tapi ada harga ada barang.
    Sudah sebulan ini gw dapet pisau tradisional yang dikerjakan oleh pengrajin lokal dengan harga yang miring. secara kualitas tampilan dan desain mungkin kurang bagus, itu bisa di perbaiki selama yang objektif seperti material, cara pembuatan dan heat treatment pada material sudah baik.
    harga pisau yang mahal membuat gw berfikir unuk membuat sendiri. mudah – mudahan kekurangan tersebut mampu meningkatkan kreatifitas.

  3. 3 Juan
    July 11, 2010 at 4:25 PM

    Great article as always!

    Conclusion paragraph-nya benar2 kena. Menyeimbangkan alasan2 subyektif dengan alasan2 obyektif dalam memilih pisau terkadang sulit dan jelas butuh kedewasaan berpikir.

    Hope I can be there, as for now I will enjoy my Opinel – thanks n all the best for you, Big Brother!


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


July 2010
M T W T F S S
« Jun   Aug »
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031  

Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 27 other followers

eye candy

Barlow-1

Barlow-2

Barlow-3

Tim Briiton Backlock

Buck 110's

Buck 110 Damascus

Mammoth Ivory Barlow

More Photos

Categories


%d bloggers like this: