15
Jul
10

Cerita Pisau Phillip Patton


Tulisan ini sama sekali bukan review. Cuma sekedar cerita tentang sebuah pisau.

Pisau ini dibuat oleh Phillip Patton dengan menempa D-2 dan hasil akhirnya ditetapkan pada 61 HRC. Panjang keseluruhan 8″, panjang blade 3 3/4″. Hollow ground. Handle terbuat dari Lignum Vitae dan  pinnya adalah Loveless style bolts. Sarungnya didesain untuk dibawa secara horizontal. Pisau ini didesain sebagai pisau berburu dan hanya akan mencapai penggunaan maksimal pada material daging dan bagian dari hasil buruan.

Pisau ini gua beli dari seorang temen di Blade Forums. Dia cerita dia terlalu banyak punya pisau dengan pattern hunter. Dia sayang karena pisau ini seharusnya dipakai tapi dia nggak pernah sempet pakai. Itu sebabnya dia jual pisau ini dalam kondisi tidak pernah dipakai.

Temen ini tinggal di Kanada. Namanya Roland. Dan setelah kita deal dengan harganya, dia harus nyetir puluhan mil masuk ke kawasan Amerika Serikat hanya untuk memudahkan sistem pengiriman yang katanya ribet banget di Kanada. Apagi kalau berhubungan dengan pisau. Dari cara kita ngobrol lewat PM bisa terasa kalau orang ini sudah nggak muda lagi. Bicaranya matang dan kata2nya dipilih.

Dan memang setiap kita lihat pisau yang bagus saat difoto maka hampir semua kenyataannya pisaunya jauh lebih indah saat dilihat langsung. The picture doesn ‘t do justice. Gua seneng pisau2 seukuran ini karena lebih besar kemungkinannya untuk bisa dipakai dan dinikmati manfaatnya. Makin besar sebuah pisau makin kecil kesempatan kita untuk menggunakan dan memanfaatkan pisau tersebut, dan makin kecil pula kenikmatan yang bisa kita peroleh dari menggunakannya.

Pisau ini tebalnya hanya sekitar 4,5mm di bagian yang paling tebal pada punggungnya. Gua benci pisau tebal. Makin tebal pisau makin gak bagus daya potongnya. Apalagi pisau ini didesain untuk memotong daging, jadi dia harus cukup tipis. Kalau dilihat desainnya sangat sederhana. Nggak ada yang nyeleneh apalagi heboh. Ukuran keseluruhannya juga pas dan ringan saat dipegang.

Dan salah satu fitur yang gua suka dari pisau full tang ada pada pisau ini, yaitu desain tang-nya yang makin menipis ke belakang (tapered tang). Ini teknik membangun balance yang bagus tapi rada sulit dalam eksekusinya. Pisau yang menerapkan desain tang seperti ini lebih terlihat indah dan terasa sekali bahwa, pembuatnya menyediakan waktu yang lebih banyak ketimbang membiarkan keseluruhan tang-nya sama tebal dengan punggung pisau.

Waktu melihat dan memegang pisau ini kita bisa tahu bahwa pembuatnya bukan hanya bisa membuat pisau tapi juga tahu membuat pisau. Pembuatan pisau bukan semata-mata hasil dari sebuah keahlian teknis tapi juga harusnya adalah cermin penguasaan pengetahuan tertentu. Phillip Patton dinobatkan oleh Knives Illustrated sebagai salah satu pembuat pisau yang pantas dipantau kehadirannya.

Melihat kualitas pembuatannya dan rekomendasi pihak lain terhadap Phillip Patton, gua segera kontak dia untuk menanyakan apakah dia menerima order untuk pesanan. Jawabannya rada mengejutkan karena dia akan segera memutuskan untuk berhenti menerima pesanan. Kalau memesan dari dia baru bisa dijawab setelah akhir bulan Juli ini. Dan waktu tunggunya adalah 2 tahun. Pupus sudah harapan untuk memesan salah satu karya Phillip Patton. Untungnya sesekali karyanya masih muncul di secondary market dengan harga yang cukup pantas.

Thank you Roland, for gave me a chance to own such a great knife!


2 Responses to “Cerita Pisau Phillip Patton”


  1. 1 naturalist
    July 24, 2010 at 8:32 AM

    Salut ama Roland… :p
    Saya aja males ke palangkaraya untuk ngirim pisau hahaha
    Padahal cuma 30km dan pake driver pulak!!!!

    Orang yang mencintai pisau passionnya memang menakjubkan..
    Saya masih sedih ama diri sendiri, beberapa pisau terbengkelai…
    Nggak jelas…..
    Masih belum bisa menghargai dan menempatkannya sebagai bagian kehidupan saya secara appropriate.

  2. 2 Kuliarang
    July 20, 2010 at 9:20 AM

    Congratulation…! you got its…, mudah2an ada hasil reviewnya pulang dari gunung halimun😀 kayaknya tuh pisau akan balance banget antara toughness dan wear resistance ……btw yang kelihatannya biasa2 saja yang hasilnya luar biasa..🙂


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


July 2010
M T W T F S S
« Jun   Aug »
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031  

Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 27 other followers

eye candy

Barlow-1

Barlow-2

Barlow-3

Tim Briiton Backlock

Buck 110's

Buck 110 Damascus

Mammoth Ivory Barlow

More Photos

Categories


%d bloggers like this: