09
Oct
10

pisau besar atau pisau kecil


Gua pribadi jarang punya pisau besar. Kebutuhan mendikte apa yang ingin gua miliki. Kadang terpancing juga pengen punya pisau besar walaupun gak ada alasan yang spesifik kenapa harus memilikinya. Pernah punya pisau besar dengan panjang blade 9″. Tapi nggak lama. Pisau dengan ukuran sebesar itu dengan baja CPM 3V sangat menarik untuk dipakai tapi setelah beberapa bulan belum juga ada kesempatan untuk menggunakannya, maka gua memutuskan untuk melepasnya pergi.

Kalau gua punya aktivitas yang banyak membutuhkan pisau besar sekelas chopper mungkin akan sangat menarik. Tapi dengan tinggal di sebuah kawasan ber-setting perkotaan, maka kebutuhan akan pisau besar justru sangat kecil. Kebetulan gua sendiri bukan tipe penggemar pisau yang menonton TV sambil mengelus-elus pisau kesayangan sampai bosan terus disimpan lagi. Kalau pisaunya jenis pisau lipat yang masuk dalam kategori EDC, maka gua akan memasukkan dia dalam rotasi EDC gua. Kalau kelasnya fix biasanya akan masuk sebagai barang dagangan atau user.

Sekarang ini pisau lipat kategori tactical udah gak masuk dalam rotasi EDC gua. Kalau ada kesempatan di mana gua “merasa” perlu membawa pisau dalam kategori tactical, maka gua akan memilih fix blade dengan ukuran kecil dan meletakkannya di tubuh dengan menggunakan static cord. Tapi ini juga gak selalu jadi opsi standar gua. Pisau besar selalu jadi kendala untuk menyimpan dan menggunakannya saat diperlukan. Ada banyak orang membawa pisau dengan alasan self defense tapi tidak mempertimbangakan dua aspek penting yaitu carry method and deployment.

Orang berpikir bawa pisau atau bisa bela diri dengan pisau aja sudah cukup. Padahal kedua faktor di atas harus dipikirkan matang2. Seseorang gak bisa bawa pisau untuk self defense tapi meletakkannya di dalam ransel. Atau membawa pisau dengan panjang blade 4″ tapi selalu menonjol kalau dia duduk atau dia kesulitan duduk justru karena ada pisau mengganjal.

Lepas dari alasan self defense, maka gua sendiri lebih tertarik dengan pisau2 berukuran kecil sampai sedang. Dengan pertimbangan utilitas, maka pisau dengan panjang blade di atas 6″ semakin sulit dicari aplikasinya. Lain cerita kalau kerjaan gua adalah penebang pohon atau gua secara rutin masuk ke hutan dan membuka jalan baru, Kebutuhan gua mendikte apa yang gua inginkan.

Gua seneng kenyataan bahwa pisau kecil lebih banyak kesempatan untuk dipakai. Di forum lain gua sering baca di mana para pemburu acap kali menguliti 2-3 ekor kijang hanya menggunakan sebuah slipjoint. Seperti sering gua share di sini atau di forum, gua menemukan kenikmatan memiliki pisau saat pisaunya gua gunakan, bukan saat sebuah paket diantar tukang pos dan gua bukanya dengan berdebar-debar. Kenikmatan memiliki pisau juga buat gua gak datang saat gua nonton TV sambil elus2 pisau kesayangan. Nonton TV gua lebih suka elus anak2 gua atau istri gua tentunya.:)


4 Responses to “pisau besar atau pisau kecil”


  1. November 14, 2010 at 10:05 AM

    Awalnya saya suka pisau besar terutama yang tactical, tapi setelah sering mencoba untuk bawa-bawa pisau untuk EDC, kesukaan pisau besar mulai berkurang, lebih praktis bawa folder deh, dan rasanya pisau besar hanya akan jadi pajangan didalam rumah, tidak akan pernah dibawa-bawa. Jadi sekarang kesenangan mulai beralih ke folder…🙂

  2. 2 qoyrif
    October 15, 2010 at 9:26 PM

    Salut bang artikelnya mantap. Pasti abang udah expert banget ya. Saya juga suka bawa untuk utility pakai pisau victorinox (swiss). Itu pisau warisan dari mbah saya yang tentara. Oke, sukses selalu bang.

  3. 3 farhan
    October 10, 2010 at 2:16 PM

    salam, n selam perkenalan.
    mencermati tulisan anda menambah wawasan dalam memahami pisau, khususnya pisau lipat. terima kasih. klao dapat, tolong dong kasih info di mana kita bisa beli pisau lipat bermutu di jakarta.
    trims

  4. 4 Juan
    October 10, 2010 at 9:43 AM

    Bang Frids,
    Nice article as always tapi jujur kangen juga baca (review) pisau dari Abang🙂

    Terkait dengan artikel di atas, nampak kalau pemilihan pisau itu sangat personal dan tidak seharusnya mengikuti arus utama/ tren. Karena taste yang sangat personal itu, tentu tidak akan habis diperdebatkan.

    Saya merasa cukup beruntung bisa banyak belajar dari Abang, utamanya soal filosofi pisau untuk jual-beli dan pisau untuk dipakai. Lebih beruntung lagi karena saya selalu menggunakan pisau yang saya miliki.

    Choose what U like and LOVE what you’ve chosen – HAVE a BLESSED SUNDAY !


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


October 2010
M T W T F S S
« Sep   Dec »
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
25262728293031

Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 27 other followers

eye candy

Barlow-1

Barlow-2

Barlow-3

Tim Briiton Backlock

Buck 110's

Buck 110 Damascus

Mammoth Ivory Barlow

More Photos

Categories


%d bloggers like this: