Archive for the 'Others' Category

12
Jun
11

gathering… oh happy gathering

Tanggal 11 Juni 2011 yang baru lalu adalah saat yang gua tunggu2. Ini tanggal istimewa karena semenjak gua sakit baru kali ini lagi mau ketemu rekan2 di IB. Bosen di rumah dan bosen juga cuma jadi harimau keyboard:). Gua adalah salah satu orang yang rada cerewet untuk segera mengadakan gathering lagi atau paling nggak memersiapkan setiap gathering ke dalam kalender rutin komunitas pisau kita ini.

Seperti biasanya, manusia dan hubungan2nya lebih menarik perhatian gua dari pada setumpuk barang mati yang bernama pisau. Gua sangat menikmati duduk di pojok dan memerhatikan tingkah laku orang2 yang selama ini gua kenal dan yang baru gua kenal. Sayang seribu sayang, gathering kali ini gua dateng dengan kondisi yang kurang fit. Udah dua malem berturut-turut gua nggak bisa tidur karena napas gua sesak dan jantung gua rada kurang sehat. Gua dateng ke gathering dengan badan yang sangat capek karena kurang tidur dan satu lagi yang sangat menggangu adalah suara gua yang belum juga pulih.

Gua pengen banget banget ngobrol dengan temen2 baru dan temen2 yang udah lama nggak ketemu, tapi hilangnya suara gua sangat mengganggu komunikasi. Buat gua gathering adalah momen yang sangat penting. Sebuah saat di mana kita bisa menjalin silaturahmi dan persahabatan. Forum membawa kita lebih kepada diskusi2 formal yang meskipun tetap menarik buat gua, tapi di sana kita hanya bertemu dengan nama2 anonim dan wajah2 yang tidak kita kenal. Dalam forum gua sendiri merasa jadi orang yang dingin dan gak suka becanda. Sama seriusnya dengan sebuah permainan catur.

Dalam sebuah gathering kita bertemu dengan pribadi2 yang nyata. Sahabat2 yang nyata. Gua selalu menganggap gathering sebagai momen yang berharga. Itu sebabnya meski pun banyak anggota keluarga gua yang keberatan gua hadir ke gathering, gua tetep memaksakan diri untuk hadir. Manusia selalu menarik perhatian gua. Walau pun di sana banyak bertebaran pisau yang bagus2 dan memukau, tapi bisa ngobrol dengan temen2 adalah sebuah kehormatan. Kita akan bisa lebih menghargai orang yang kita kenal. Gua juga seneng kalau ketertarikan pada sebuah tema yang sama bisa membawa sejumlah manusia yang berbeda duduk bersama untuk membahas berbagai hal tentang hobby yang satu itu.

Pisau telah membawa kita dalam sebuah persaudaraan dan pertemanan. Sebuah hal yang sangat sulit dibangun dalam sebuah zaman di mana manusia semakin individualistis apalagi di kota besar seperti Jakarta ini. Salah satu bukti bahwa hobby kita akan pisau memiliki elemen yang positif, belum lagi faktor2 lain seperti pengetahuan dan potensi2 ekonomi.

Gua selalu rindu sama gathering IB. Gathering… Oh happy gathering.

Advertisements
08
May
10

Urban Survival

Gua nggak menguasai tema survival tapi harus diakui kalau orang bicara tentang konsep survival yang ada di pikirannya adalah upaya bertahan hidup di tengah hutan belantara yang juga dihuni oleh hewan2 buas. Padahal secara sederhana kondisi survival adalah sebuah kondisi di mana seseorang atau makhluk hidup dituntut untuk memertahankan nyawanya/hidupnya dalam sebuah kondisi tertentu. Jadi upaya seseorang untuk segera keluar dari sebuah mobil yang mengalami kecelakaan adalah kondisi survival. Orang yang lari ke luar rumah saat terjadi gempa, atau keluar dari rumah yang terbakar juga adalah kondisi survival.

Gua sering bilang bahwa survival di perkotaan lebih berat daripada kondisi survival di hutan belantara. Upaya kita untuk bertahan hidu lebih berat dan kompleks dalam sebuah setting perkotaan ketimbang setting pedesaan ataupun hutan perawan sekalipun. Orang desa setiap hari ke kebun dengan parang di pinggang dan topi di kepala sudah bisa menduga apa yang akan terjadi seharian di pekerjaannya. Ini bisa diduga karena kehidupan di pedesaan sangat sederhana.

Kerusuhan Jakarta Mei 1998 mengubah total cara berpikir gua tentang urban survival. Subuh tanggal 13 Mei gua masih anterin adik gua ke airport dan dari atas jalan tol gua bisa lihat bangunan2 yang dibakar dari malam harinya. Gua pikir ini akan segera berakhir begitu matahari terbit. Tapi yang terjadi justru sebaliknya. Kita semua tahu bahwa kerusuhan sosial ini memakan korban ratusan sampai ribuan korban jiwa. Ini masih belum termasuk berbagai kekerasan dan kejahatan seksual lainnya., serta kerugian material yang sangat mahal. Semuanya terjadi dalam waktu yang cepat dan terjadi dalam sebuah kota yang besar dan padat penduduknya. Waktu itu nggak pernah ada orang Jakarta yang menyangka bahwa sedemikian besarnya korban bisa timbul dalam sebuah kerusuhan sosial.

Dari kebanyakan korban tewas adalah mereka yang terjebak dalam gedung2 yang terbakar/dibakar pada saat kerusuhan terjadi. Kebayang nggak kondisi survival yang harus kita hadapi kalau saat itu kita sedang ada di dalam mall atau pusat perbelanjaan yang terbakar bersama dengan anggota keluarga kita. Atau seperti dalam kasus lain kebayang nggak apa yang harus kita lakukan saat rumah kita diserbu puluhan orang tak dikenal pada malam hari yang gelap gulita pada (karena mati listrik) waktu kerusuhan itu.

Contoh kasus di atas belum termasuk kondisi survival yang kadang kita lihat di TV seperti kecelakaan lalu lintas, gempa bumi, banjir bandang, tanah longsor, kapal tenggelam, pesawat jatuh, kebakaran, dll. Kejadian tsunami di Aceh yang menelan ratusan ribu jiwa membuktikan bahwa tuntutan survival di perkotaan jauh lebih berat dan lebih fatal akibatnya dibanding jika kejadian yang sama terjadi di sebuah desa kecil atau daerah pedalaman.

Kita masih harus belajar banyak.




December 2017
M T W T F S S
« Jun    
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
25262728293031

Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 27 other followers

eye candy

Categories